Sistem Bahan Bakar
Dibagi dua, yaitu :
Penjelasan:
* Internal: sistem yang menjaga suplay bahan bakar agar terdistribusi dengan baik kedalam ruang bakar. Sistem ini melekat pada mesin utama (attach).
pada sistem ini dapat digunakan dua macam pompa, yaitu,
- pompa distribusi, yaitu dimana pada mesin hanya memiliki 1 pompa yang melayani seluruh injektor pada setiap silinder
- Pompa pribadi, yaitu pada setiap silinder pada mesin, memiliki pompa injeksi masing-masing.
* tekanan pada setiap injektor untuk mengkabutkan bahan bakar, kurang lebih 120 bar (untuk mesin kecil, untuk yang lebih besar, tekanannya lebih besar pula)
* Eksternal: Sistem yang menjaga suplay bahan bakar agar selalu tersedia pada pompa bahan bakar.
sistem ini yang akan direncanakan oleh designer pada kamar mesin, mulai bbm dari storage tank hingga sampai pada pompa bahan bakar, beserta seluruh treatment-nya, dengan mengikuti advice engine builder (project guide).
Bila kapal berhenti dalam waktu yang tidak terlalu lama (misal, bongkar muat) bahan bakar, bila digunakan HFO, mesin kapal dapat dimatikan, namun HFO harus selalu disirkulasikan untuk menjaga agar viskositas HFO tidak naik. Pada saat mesin dimatikan, HFO pada mesin di-drain, untuk mencegah adanya deposit HFO pada mesin.
Pada sistem diatas, HFO daily tank dipompakan ke pompa bahan bakar mesin melalui 2 tahap, tahap pertama yaitu: strainer, pompa suplai, strainer, serta flow meter.
Kemudian masuk ke de-aeration tank, yang berguna untuk melepaskan gelembung udara yang terbentuk karena tekanan pompa suplai yang mencapai 6 bar.
Kemudian HFO masuk kedalam tahap kedua, yaitu melalui pompa sirkulasi, tekanannya mencapai 8 bar, kemudian dipanaskan 2 kali untuk mencapai viskositas yang diinginkan (10-24 cSt pada 180oC)
kemudian masuk kedalam viscosimeter untuk memeriksa apakah viskositasnya telah mencapai 10-24 cSt atau belum. Kemudian masuk kedalam pompa bahan bakar.
Untuk overflow, HFO yang keluar dilewatkan de-aeration tank untuk mengurangi tekanannya, kemudian masuk ke over flow tank.
Untuk overflow, HFO yang keluar dilewatkan de-aeration tank untuk mengurangi tekanannya, kemudian masuk ke over flow tank.
Sedangkan untuk drain dapat langsung dimasukkan kedalam overflow tank untuk di proses.
Pada sistem diatas, HFO dari storage tank dipindahkan kedalam settling tank.
Pada settling tank, HFO disirkulasikan melalui filter secara terus menerus, untuk membersihkan HFO tersebut.
Kemudian sebelum masuk kedalam daily tank, HFO dari settling tank harus melalui dua kali proses pembersihan, yaitu melalui purifier dan clarifier (kedua separator di operasikan secara seri),
atau untuk by pass dapat dilakukan satu kali pembersihan yaitu melalui purifier saja (kedua separator di operasikan secara paralel)
Pada daily tank, pada bagian bawah yang terjadi endapan HFO, disirkulasikan kembali ke settling tank untuk dibersihkan lagi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar